Sabtu, 11 April 2015

Superfood : Spirulina

Dialam ini terdapat banyak sekali janis makanan yang kaya akan nutrisi, sebut saja buah-buahan dan juga sayuran yang sering kita konsumsi atau mudah ditemui dimanapun. Dari sekian banyak makanan bergizi yang jarang dijumpai adalah ganggang hijau/spirulina. Ganggang hijau/algae merupakan tumbuhan air kecil yang kaya akan klorofil. Tumbuhan jenis ini telah hidup sejak milyaran tahun yang lalu dan masih bertahan sampai dengan sekarang. Hal ini dikarenakan algae mampu menyesuaikan diri dengan cuaca ekstrem, mempunyai sel yang sangat kuat sera memiliki mekanisme perbaikan DNA yang sangat baik.



Algae kaya akan klorofil dan jika dikonsumsi manusia maka sangat bermanfaat untuk menjaga kondisi darah serta membersihkannya agar tetap sehat dan juga berfungsi sebagai pembersih alami tubuh. Dari sekian banyak jenis algae ada satu jenis yang bernama spirulina plantesis. Spiruna plantesis merupakan tumbuhan luar biasa dengan kandungan nutrisi tinggi protein karena mencapai
70% dari bobot keringnya. Selain protein juga terdapat kandungan Vitamin A,B1,B2,B3,B12,C serta lipid. Dalam dunia kedokteran spirulina sangat bermanfaat, salah satunya adalah menurunkan LDL/Si kolesterol jahat dalam tubuh. karena kaya akan nutrisi spirulina juga cocok digunakan untuk menambah stamina, membantu tubuh dalam pembentukan sel darah merah serta antibodi tubuh terhadap virus.

Spirulina juga banyak diteliti sebagai tumbuhan antivirus, termasuk diantaranya adalah herpes dan HIV/AIDS. Para ahli menemukan bahwa kandungan spirulina mampu melemahkan berbagai macam virus dalam tubuh dan saat ini sedang diteliti sebagai obat penyembuh HIV/AIDS. tumbuhan ini bekerja dengan cara memperlemah kegiatan enzim reverse transcriptase yang sangat dibutuhkan virus untuk memperbanyak diri. Saat ini tentu kita tidak perlu repot repot mencari spirulina untuk dikonsumsi karena telah dijual berbagai macam supplemen spirulina dengan segala manfaatnya. Namun selalu ingat, selain mengkonsumsi supplemen atau makanan bernutrisi lain ingat juga untuk selalu menjaga pola hidup sehat.

Waspada terhadap penyebaran Virus HIV/AIDS
Seorang penderita AIDS bukan hanya menanggung penyakit, tapi juga harus memilikul sulitnya hidup dengan dengan status penderita AIDS. Biasanya penderita AIDS banyak dikucilkan oleh masyarakat, mungkin karena ini juga masalah sosial. Hal tersebut memang cukup wajar, karena resikonya yang terlalu tinggi untuk mengadakan kontak dengan mereka. Hal ini memang terdengar kejam tetapi sangat manusiawi karena seperti kita tahu penyakit ini memang belum ada obatnya. Saat ini obat (bernama ARV) hanya bereaksi memperlambat efek reproduksi virus HIV.



Penularan HIV/AIDS saat ini sangat cepat diseluruh dunia, termasuk di Indonesia. Penularan tersebut bisa dikarenakan banyak hal diantaranya adalah hubungan seksual, penggunaan jarum suntik bergantian dll. Virus HIV hanya terdapat pada air susu ibu, cairan sperma, cairan vagina, dan juga pada darah, jadi seseorang tidak akan tertular jika hanya cuci tangan di tempat yang sama atau menggunakan piring yang sama. Penularan tercepat banyak terjadi melalui pernggunaan jarum suntik narkoba, dimana antara penderita dan calon korban saling bergantian bertukar jarum. Sudah jelas pemakai narkoba jenis suntik banyak dari kalangan kaum muda pada kisaran umur 15-25 tahun, dan penderita HIV menurut publikasi menkokesra kurang lebih separuhnya dari kalangan kaum muda.

Penggunaan narkoba saat ini sangat meningkat dan memprihatinkan, seperti penggunaan ganja, herion dan beberapa jenis lain bahkan mirisnya lagi ketamin yang biasa digunakan untuk anastesi hewan digunakan juga oleh manusia. Lebih parah lagi pengguna sering mencampur dengan bahan-bahan berbahaya lain seperti aseton dan toulen. Narkoba sangat berbahaya karena memiliki efek jangka panjang yang mampu mempengaruhi kestabilan emosi dan menyebabkan kerusakan otak.

Peran keluarga
 Keluarga sangat berperan untuk mereduksi peredaran virus HIV. Peran penting orang tua untuk selalu menjalin komunikasi yang baik dengan sang anak sangat dibutuhkan. Peran mereka untuk memberikan edukasi tentang cara penularan virus HIV, serta efek berbahaya yang harus ditanggung bila tertular juga sangat penting. Orang tua merupakan ujung tombak, oleh karenanya jangan ragu untuk melakukan inspeksi mendadak memeriksa barang-barang anak kita baik itu menggeledah isi kamar ataupun isi tas mereka, namun tentunya harus dikomuniasikan dengan baik. Tentu orang tua tidak mau "membayar mahal" atas kelalaian menjaga anaknya sehingga tertular.

1 komentar: