Selasa, 10 Maret 2015

Imunisasi untuk melindungi si kecil

Sedini mungkin usahakan untuk memeberikan imunisasi yang tepat waktu kepada anak-anak kita. Imunisasi sangat bermanfaat untuk melindungi mereka dari berbagai macam penyakit baik ringan maupun berat yang dapat mengakibatkan gangguan fisik dan mental si kecil. 


Imunisasi merupakan vaksin baik dalam bentuk sirup maupun suntikan yang mampu merangsang pembentukan antobodi yang bermanfaat untuk melawan berbagai macam penyakit dan hanya akan diberikan ketika  mereka dalam kondisi yang sehat. Kadangkala sikecil akan mengalami demam setelah imunisasi, namun jangan khawatir karena hal ini memang biasa, anda dapat meminta nasehat dokter sebelum melakukan imunisasi, apa saja efek samping nya sehingga anda telah siap untuk mengantisipasi, misalkan bila demam maka bisa memberikan obat penurun panas atau meminta petunjuk dokter bila demam terus berlanjut. 

Manfaat imunisasi bagi anak adalah mencegah cacat dan kematian dan bagi keluarga adalah untuk memberikan ketenangan, dan mencegah keluarnya biaya yang lebih tinggi dibandingkan bila terkena penyakit tertentu yang bisa berbiaya sa ngat mahal. 

Beberapa vaksin dapat dikombinasikan, namun beberapa juga hanya  boleh diberikan berupa suntikan tunggal. Beberapa ada yang hanya sekali namun ada juga yang beberapa kali dalam rentang usia tertentu. Berikut adalah jadwal pemberian imunisasi kepada sikecil yang perlu kita ketahui: 
- Bayi baru lahir : BCG, Hepatitis B
- Umur 1 bulan : Hepatitis B
- Umur 2 bulan : DPT dan Polio
- Umur 3 bulan : DPT dan Polio
- Umur 4 bulan : DPT dan polio
- Umur 5 bulan : Polio
- Umur 6 bulan : Hepatitis
- Umur 9 bulan : Campak 
- Umur 15 bulan : MMR
- Umur 18 bbulan : DPT
- Kelas 1 SD : DT 
Berikut adalah penjelasan dari beberapa jenis imunisasi yang digunakan diatas: 
1. BCG merupakan imunisasi untuk penyakit Tuberkulosis / TBC yang bermanfaat untuk mencegah komplikasi akibat serangan uberkulosis yang umum menyerang paru-paru, tulang, ginjal, usus dan otak. 
2. Hepatitis B untuk mencegah hepatitis B yang biasanya menyerang hati yang mampu menyebabkan infeksi pada hati. Anda perlu berhati-hati karena penyakit ini nyaris tanpa tanda-tanda tertentu. Pemberian imunisasi hepatitis B perlu dilakukan sejak dini karena bila lambat ditangani hepatitis B bisa berakibat fatal yakni kegagalan fungsi hati dan kanker hati. 
3. Suntikan DPT untuk penyakit difteri yang bermula pada infeksi tenggorokan yang kemudian menyababkan saluran pernafasan tersumbat dan bisa mengakibatkan kerusakan jantung dan kematian. 
4. Suntikan DPT untuk batuk rejan dan pertusis. Batuk rejan disebabkan oleh batuk yang berkepanjangan yang dilanjutkan dengan munculnya suara saat bernafas. Hal tersebut dapat menginfeksi paru paru dan juga kerusakan otak. 
5. Suntikan DPT untuk tetanus. Penyakit ini menyebabkan kekakuan pada banyak otot diseluruh tubuh anak, anatara lain otot untuk menelan dan otot pernafasan. Dalam banyak kasus penyakit ini dapat menyebabkan kematian. 
6. Sirup sabin Untuk polio. Penyakit polio dapat menyerang saraf otak dan sumsum tulang belakang yang bisa berakibat kelumpuhan serta kematian. 
7. Suntikan MMR untuk mengatasi penyakit campak. campak biasanya diawali dengan diikuti ruam pada kulit. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian, kerusakan jaringan otak, infeksi paru-paru dan tuli. Pemberian imunisasi campak sebaiknya diberikan dibawah usia 1 tahun, namun untuk anak diatas satu tahun imunisasi MMR dapat digabung atau dikombinasikan dengan imunisasi  campak jerman, dan gondong.

8. Suntikan MMR untuk mengahalau penyakit gondong. Gondong menyerang kelenjar ludah namun dapat meluas sampai ke otak dan menyebabkan hilangnya pendengaran dan pada testis akan menyebabkan kemandulan.

9. Suntikan MMR untuk rubella atau campak jerman. Imunisasi ini penting untuk eanak perempuan karena jika mereka mengandung buah hati dan terserang penyakit ini bisa mengakibatkan janin terlahir tuli, buta dan terbelakang mentalnya.

Lanjutan posting Puasa

1 komentar: