Sabtu, 11 April 2015

Kenali peneyebab lelah berkepanjangan

Tahukah anda bahwa lelah yang berkepanjangan(fatigue) diakibatkan oleh beberapa faktor, bukan hanya stress dan depresi namun masih banyak hal lain yang turut menyumbang terjadinya hal tersebut. Dalam beberapa kasus terdapat mereka yang cukup tidur tetapi masih saja merasa lelah dan badan kurang fit. Bukan hanya pria namun wanita juga mengalami hal tersebut bahkan mereka sudah tidur 10 jam namun tetap saja merasa lelah, dan jika salah satunya adalah anda maka perlu waspada karena bisa jadi penyebabnya merupakan masalah lain yang mungkin lebih serius. 

Berikut adalah beberapa masalah yang menyebabkan rasa lelah yang berkepanjangan: 
1. Anemia 
Masalah anemia dalam beberapa kasus dialami oleh mereka yang menjalani diet ketat. Saat kita membatasi asupan makanan dalam jumlah yang sangat sedikit bisa jadi kebutuhan kita akan zat besi tidak tercukupi. Anemia merupakan kondisi dimana tubuh kekurangan sel-sel darah merah. Dan
pemicunya adalah kekurangan zat besi. Hal ini bahkan dialami oleh 1 dari 10 wanita indonesia. Untuk mendeteksi kondisi anemia bisa dilakukan dengan pemeriksaan darah di labolatorium terdekat. Jika kadar zat besi dalam darah anda sangat sedikit maka tandanya terkena anemia, dan bila kadar zat besi sangat rendah biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan karena dikhawatirkan adanya penyakit lanjutan seperti pendarahan dalam tubuh, wasir atau pendarahan dalam usus, bahkan kanker colon.

Jika memang terbukti anda menderita anemia maka berkonsultasilah dengan dokter untuk perawatan terbaik, dan jangan meminum obat yang mengandung zat besi tinggi tanpa saran dari mereka. Hal tersebut bisa berakibat buruk karena kelebihan zat besi malah menimbulkan kelelahan, dan bisa merusak fungsi hati dan bisa memicu penyakit jantung. 

2. Tidur kurang berkualitas
Salah satu pemicu kelelahan berkepanjangan atau fatigue adalah tidur kurang berkualitas yang bisa diakibatkan oleh masalah mendengkur. mendengkura merupakan gangguan aliran udara yang keluar masuk saat tidur sehingga muncul bunyi-bunyian baik keras maupun ringan. mendengkur telah terbukti dapat mengurangi kualitas tidur karena penderita biasanya sering terbangun atau disebut sleep apnomea dan lebih bahayanya lagi pernafasan dapat terhenti saat tertidur. Ada beberapa cara untuk mengatasi masalah dengkuran antara lain adalah memulai pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan sehat dan juga cukup olah raga. Selain itu posisi tidur miring akan meringankan gangguan mendengkur bila dibandingkan dengan posisi tidur terlentang. 

3. Masalah tiroid 
Tiroid merupakan kelenjar yang terletak dileher dan berfungsi untuk memproduksi hormon yang mengatur metabolisme tubuh, denyut jantung dan suhu tubuh. Jika terlalu banyak atau terlalu sedikit maka akan kurang baik karena bisa menimbulkan depresi, kegelisahan serta kelelahan yang berkepanjangan. Gejala-gejala masalah tiroid adalah mengalami sembelit dan sulit mengingat dan konsentrasi, kulit kering, sakit otot, dan memang keluarga memiliki riwayat tiroid. 

4. Depresi 
Depresi merupakan kesedihan yang berkepanjangan, pikiran yang negatif dan penuh dengan penyesalan yang benar-benar melelahkan. Mereka yang menderita depresi biasanya memiliki kualitas tidur yang lebih buruk, mereka bangun lebih pagi dan memiliki jam tidur yang lebih pendek. Masalah depresi lebih banyak dialami oleh wanita dibandingakan pria dan masalah ini separah apapun masih dapat disembuhkan. Merubah gaya hidup sehat seperti berolah raga dan konsumsi makanan sehat serta berkonsultasi dengan psikolog. 

1 komentar: