Jumat, 31 Januari 2014

Cara menjaga kesehatan gigi anak

Anak-anak kita memang anugerah terindah yang kita miliki, senang rasanya melihat mereka tersenyum lebar. Namun jika giginya berwarna kecoklatan apalagi berlubang akan dapat mengganggu penampilannya. Nah, apa saja cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan gigi anak?

Pada usia 6 bulan umumnya gigi anak mulai tumbuh, diawali dengan tumbuhnya gigi seri bagian depan berjumlah 2 buah, dan pertumbuhan gigi  ini akan terus berlanjut sampai gigi susu berjumlah 20 buah, yang biasanya dicapai anak pada usia 35 bulan. Biasanya anak akan mengalami demam ketika giginya tumbuh, namun tidak semua. Hal ini dikarenakan ketika tumbuh gigi anak akan mengeluarkan banyak air liur ketika gigi
menembus gusi. Demam merupakan bawaan, jadi kadang muncul kadang pula tidak.


Langkah-langkah apa yang dapat ditempuh untuk menjaga kesehatan gigi anak?

Menjaga kebersihan gigi anak
Begitu gigi seri pertama muncul kurang lebih saat bayi berusia 6 bulan, kita sudah harus memperhatikan kebersihan mulut mereka, ada beberapa tahapan yang bisa kita lakukan sesuai dengan pertambahan giginya. Berikut adalah tahapan perawatan pada gigi anak:
- Usia 6 bln sd. 1 tahun
Pada masa ini gigi susu yang tumbuh belumlah banyak, kita bisa membersihkannya dengan menggunakan kain kasa yang lembab. Gosokkan pada giginya dengan lembut, dan lakukan minimal 1 hari sekali.
- Usia 1-3 tahun
Pada masa ini kesehatan gigi anak harus lebih diperhatikan karena jumlah gigi sudah mulai lengkap, sikatlah gigi anak anda 2x sehari yakni pada waktu pagi hari ketika mandi dan malam hari sebelum tidur dengan menggunakan sikat gigi yang bertekstur lembut dan mempunyai kepala yang kecil.
- Usia 3-5 tahun
Pada masa ini kita harus mulai merubah pola perawatan gigi anak, yang biasanya kita yang menyikat, pada usia 3 tahun mulai ajarilah anak anda cara menyikat gigi. Pada awalnya jangan biarkan anak anda menggosok gigi sendiri, dampingilah dan ajari cara menyiat gigi yang benar. Lakukan dengan cara bermain agar anak anda terhibur dan terhindar dari rasa bosan. Berikut adalah cara yang bisa kita lakukan:
>anda dapat menggunakan boneka kesayangan sebagai model/peraga, dengan mencontohkannya langsung.
>ajak anak anda menyikat gigi bersama-sama. Anak mempunyai naluri yang kuat untuk meniru, mereka akan otomatis meniru gerak-geri anda
>Biarkan anak menyikat gigi sendiri dibawah pengawasan anda, perhatikan dan koreksilah apabila ada sesuatu yang salah

Cara menyikat gigi pada anak
Pada dasarnya hanya ada 2 gerakan menyikat gigi yakni vertikal dan horizontal, kita harus mengkombinasikannya agar mendapatkan kebersihan gigi yang maksimal. Menyikat dengan arah horizontal saja tidak akan mampu membersihkan sela sela gusi ataupun leher gusi, apalagi jika anda salah menerapkannya, misal dengan menggosok terlalu keras, maka gusi bisa turun, maka berhati-hatilah. Gosoklah gigi anak anda secara vertikal pula dengan sudut 45 derajat terhadap gusi. Cara yang baik adalah dengan mendudukkan dia di pangkuan, kemudian mendongakkannya dan sangga dengan tangan anda. Dengan posisi tersebut maka semua gigi anak anda akan terlihat jelas, dan akan lebih mudah disikat daripada pada posisi berdiri. Cara ini juga dapat digunakan apabila anda ingin memeriksa kondisi mulut anak anda, misal terdapat bengkak pada gusi akan terlihat.

Pasta gigi untuk anak, apakah perlu?
Untuk anak batita(bawah tiga tahun) pasta gigi belum diperlukan, karena khawatir justru akan tertelan. Mereka tidaklah sama dengan orang dewasa yang mampu meludah, sehingga air dan busa bisa keluar. Mekanismenya sama dengan mencuci pakaian. Walaupun menggunakan deterjen merk apapun namun hasilnya tidak akan maksimal bila tidak digosok dan pakaian akan tetap kotor. Demikian puka dengan menyikat gigi, yang penting orang tua menyikat dengan sabar dan benar maka kebersihan gigi anak akan terjaga. Namun saat ini ada pasta gigi khusus untuk anak bahkan bayi yang aman  untuk ditelan. Saya sering menjumpai bahkan untuk bayi ada berbagai aneka rasa, sehingga mereka akan senang dan betah berlama-lama menyikat gigi. Tentu pasta gigi ini boleh-boleh saja digunakan, namun tanpa pasta gigipun sebernarnya tidak masalah.

Pada usia 4 tahun biasanya mereka sudah bisa meludah, dan pada usia ini pasta gigi sudah mulai bisa digunakan. Pilihlah pasta gigi khusus untuk anak yang mengandung frouride yang lebih rendah dibandingkan dengan pasta gigi orang dewasa. Mengapa hal ini perlu kita lakukan? karena kandungan flouride yang berlebih tidak akan bagus untuk anak, hal ini akan mengakibatkan gigi anak berwarna kuning atau kecoklatan pada gigi permanen.

Kandungan flouride pada pasta gigi yang dianjurkan untuk anak adalah 500ppm, sedangkan kandungan flouride pada orang dewasa adalah 1500ppm atau part per milion. Perlu diperhatikan, jangan menggunakan pasta gigi berlebih pada anak anda, karena justru akan meninggikan kadar flouris dan beresiko terkena hal diatas, serta dengan busa yang melimpah orang tua justru akan kesulitan melihat gigi-gigi anak, dan proses pembersihan gigi anak anda tidak akan maksimal. Sebagai patokan jumlah pasta gigi, gunakan jari kelingking anak anda, porsi pasta gigi yang sesuai adalah seukuran jari kelingking anak anda.

Menajaga kesehatan gigi anak dengan menghentikan kebiasaan buruk
Kuman adalah penyebab utama kerusakan gigi. Enzim bakteri akan mengubah karbohidrat yang terkandung dalam timbunan plak menjadi asam. Nah asam inilah yang akan menjadi biang keladi dengan cara melarutkan lapisan email gigi yang akan dapat menyebabkan gigi anak anda berlubang. Agar gigi anak anda tidak berlubang, kita perlu menjaga agar tidak terjadi timbunan plak pada gigi, Berikut adalah beberapa kebiasaan buruk yang patut kita hindari untuk merawat gigi anak:

Minum susu ketika akan tidur dan pada waktu tidur
Pada waktu anak kita tertidur, produksi air liur akan menurun, begitu pula dengan proteksi gigi. Maka kita harus mencegah tidur sambil minum susu. Apalagi susu juga mengandung pemanis yang sifatnya lengket di gigi hal ini juga akan menyebabkan plak.

Tidak menggosok gigi sebelum tidur
Sisa makanan akan menempel dan dibawa anak kita tidur apabila kita lupa menggosok gigi
Mengemut Makanan
Makanan yang terlalu lama berada dalam mulut akan menyebabkan plak
Tidak Memberikan asupan gizi yang cukup

Merawat gigi anak agar sehat dan kuat

Pembentukan gigi tidak terlepas dari kesehatan seorang anak secara keseluruhan. Apabila anak tersebut mendapatkan cukup gizi dan berbadan sehat, maka gigipun akan ikut sehat, pertumbuhannya dan strukturnya juga baik. Hal ini berbeda dengan anak yang kurang gizi, apalagi sering sakit maka struturnya bisa kurang sempurna.
Nah, apa saja yang perlu dikonsumsi agar gigi anak sehat dan kuat?
- Kalsium
Kalsium merupakan gizi utama baik untuk tulang maupun gigi. Pada usia sekitar dua tahun biasanya anak mulai disapih dari ASI, dan mulai saat inilah berikan buah hati konsumsi yang cukup terhadap kalsium. Kalsium yang tertinggi ada pada kandungan susu. Berikanlah susu formula pada anak anda paling tidak 2x sehari. Selain susu alternatif lain yang dapat digunakan adalah yoghurt dan keju.
- Sayur dan Buah
Sayur dan buah mampu berperan untuk meningkatkan produksi air liur, yang berarti akan memberikan proteksi lebih kepada gigi. Air liur juga berfungsi menetralisir plak, jadi sangat penting bagi buah hati untuk mengkonsumsi lebih banyak buah dan sayur. Buah yang dapat dikonsumsi bermacam macam, namun utamakanlah buah yang mengandung banyak air seperti apel, pir, melon dan mentimun. HIdangkanah secara rutin sayur dan buah dalam menu keseharian buah hati anda, namun apabila anak anda mulai terlihat bosan dengan buah dan sayur, cobalah buat hidangan buah dan sayur yang lebih kreatif, potonglah buah dengan ukuran dan warna warni yang menarik sehingga anak anda tidak pernah bosan.
- Jangan mengkonsumsi camilan
Konsumsi cokelat atau permen sesekali boleh boleh saja buat anak kita, namun jangan sampai menjadi kebiasaan rutin. Ingat, semua demi kebaikan anak kita sendiri, apabila mengkonsumsinya secara rutin akan sangat berpotensi menimbulkan plak yang nantinya justru akan merusak gigi. Bersikaplah tegas terhadap anak anda perihal konsumsi makanan-makanan manis.

Tahukah anda apabila gigi dari seorang ibu  berlubang, maka akan ada kemungkinan si ibu menularkan kuman terhadap si anak. Penelitian telah membuktikan, bahwa hal  ini bukanlah masalah genetik melainkan infeksi/penularan kuman. apabila anak anda belum mempunyai gigi, maka kuman tidak akan bisa berkembang, namun anda harus berhati-hati apabila anak anda sudah mempunyai gigi, penularan kuman biasanya melalui ciuman. Maka selain menjaga kesehatan gigi anak, penting juga untuk menjaga kesehatan gigi orang tua.
 

4 komentar: