Rabu, 29 Januari 2014

Berbagai Penyebab selulit Pada Wanita Maupun Pria

Penyebab selulit pada pria, wanita, anak anak, ibu hamil dan lain-lain pada dasarnya adalah sama yaitu pecahnya jaringan ikat bernama kolagen dan elastin yang terdapat dalam lapisan kulit tengah(dermis), pecahnya jaringan tersebut terjadi akibat ketidakmampuan kulit meregang dalam waktu yang lama serta kurangnya elastisitas, sehingga muncul garis garis putih atau garis-garis berwarna merah baik horizontal maupun vertikal.

Peregangan tersebut disebabkan oleh banyak hal, bisa karena kegemukan, pembengkakan perut karena kehamilan, masa pubertas pada remaja, konsumsi steroid, atau anak-anak yang dalam masa pertumbuhan namun mempunyai elastisitas kulit yang buruk. Berikut adalah beberapa penyebab-penyebab selulit:

Penyebab selulit pada ibu hamil dan di payudara adalah sama, yakni penimbunan lemak dan pembengkakan perut yang berlebih  ketika hamil, sehingga muncul garis-garis tersebut. Namun ibu ibu tidak perlu khawatir karena itu adalah hal yang lumrah terjadi, setelah melahirkan selulit tentu
akan berkurang, dan lebih baik ibu-ibu konsentrasi terhadap kesehatan anaknya, memenuhi cukup gizi, menghilangkan rasa cemas/gelisah, serta menyiapkan diri menyambut kelahiran sang bayi. Dalam masa kehamilan disarankan untuk mencegah selulit dengan cara-cara yang sederhana, yakni cukup aktifitas dan pengolesan krim untuk memicu kolagen dan elastin serta menambah elastisitas kulit sehingga mampu menahan tarikan akibat melarnya perut dan payudara.


Penyebab Selulit pada remaja dan wanita pada umumnya. Penyebab selulit pada remaja sedikit berbeda, karena ini biasanya hanya terjadi pada remaja putri, dikarenakan oleh faktor hormonal dimasa puber. Remaja pada masa ini mengalami pembesaran dibagian pantat dan payudara, apabila elastisitas dan kesehatan kulit kurang baik, pola makan dan olah raga yang kurang akan beresiko terkena selulit. Berharaplah anda mempunyai struktur kulit yang baik dan sehat sehingga aman, namun bagi anda yang mempunyai kulit kering dan pola makan yang buruk, mulai saat ini hilangkanlah, hal ini sangat berbeda dengan pria karena remaja putri mempunyai jenis hormon dan jaringan ikat yang berbeda. Pakaian yang kita gunakan juga berpengaruh. Kadangkala perempuan memakai pakaian dalam(Bra/celana dalam) yang ketat, sehingga membatasi aliran darah, Hal ini juga berkontribusi terhadap munculnya selulit.


Penyebab selulit karena faktor keturunan. Apabila salah satu anggota keluarga anda ada yang terkena selulit, maka kemungkinan besar anda juga akan terkena, namun lagi-lagi jangan khawatir karena 90% wanita diseluruh dunia juga terkena, jadi jagalah mood anda agar selalu baik dan hilangkan stress yang justru akan memicu selulit. 
Penyebab selulit karena kurang aktifitas/olah raga. Para ahli mengungkakpan bahwa selulit tidak hanya terjadi pada orang yang gemuk saja, namun orang yang kuruspun dapat terkena. Jadi bukan hanya faktor timbunan lemak, namun juga faktor aktifitas. Lebih lanjut mereka mengungkapkan selulit bisa terjadi didaerah tertentu yang sangat kurang aktifitas fisik, pegawai yang duduk terlalu lama juga beresiko. Karena kurang aktifitas, maka metabolisme tubuh akan lambat dan mampu memicu penimbunan lemak yang pada akhirnya memunculkan selulit. Latihan yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menghilangkan selulit adalah latihan kardio termasuk lari, jogging, dan berenang.

Penyebab selulit pada pria/wanita gemuk. Seperti disebutkan diatas penyebab selulit adalah timbunan lemak yang menyebabkan peregangan kulit. Pola makan yang buruk mampu memicu obesitas, dan berbagai masalah lain termasuk masalah kulit. Konsumsi air putih dalam jumlah cukup, mengurangi konsumsi lemak jenuh, karbohidrat dan garam, serta menambah konsumsi serat akan baik untuk kesehatan kulit. Jagalah pola hidup anda, cukup tidur, olahraga dan diet sehat.


Dengan mengetahui beberapa penyebab selulit diatas, tentu kita akan jauh lebih mudah mengantisipasi selulit, Baik mencegah atau menyembuhkan selulit. Bacalah artikel cara menyembuhkan selulit dengan tuntas untuk cara penyembuhan.

1 komentar: