Minggu, 02 Februari 2014

Saat-saat dimana anak kita Perlu dibawa ke UGD

Ada saat-saat dimana anak kita harus dilarikan ke UGD rumah sakit setempat, entah karena luka, demam tinggi yang tak kunjung reda, serangan asma, sakit perut dan muntah-muntah serta berbagai masalah lain. Karena hal itu bersifat mendadak, kadangkala orang tua sangat kebingungan dan bercampur ketakutan ketika anaknya mengalami beberapa serangan mendadak diatas. Sebagai orang tua, hendaknya kita benar-benar memahami kapan harus membawa si buah hati ke UGD, dan persiapan apa yang harus dilakukan apabila mengalami hal tersebut.

Demam Tinggi
Demam yang tinggi pada anak merupakan salah satu sinyal berbahaya. Orang tua harus waspada apabila anak anda mengalami demam diatas 38 derajat selsius, apalagi disertai dengan sakit kepala, muntah-muntah, lemas dan leher kaku. Bisa saja hal tersebut
merupakan gejala awal meningitis. Segera bawa ke UGD apabila demam bayi pada usia kurang dari enam bulan dengan suhu 39 derajat. Atau segera hubingi dokter apabila bayi anda berusia kurang dari enam bulan dan mengalami suhu badan 37.8-39 derajat celcius. Jika berusia diatas 6 bulan dan Demam anak 39 derajat, segera bawa ke UGD. Namun jika anak anda berusia kurang lebih 2 rahun dan demamnya tidak kunjung turun dalam kurun waktu 24 jam, bawalah ke UGD. Pertolongan pertama yang dapat kita lakukan bila sibuah hati mengalami demam seperti kasus diatas:
Berilah obat untuk menurunkan demam anak, dengan kandungan ibuprofen dan asetaminofen. Usahakan agar anak tidak mengalami dehidrasi dengan memperbanyak konsumsi air putih dan jus buah. Untuk urusan baju, usahakan memakaikan baju yang longgar dan berbahan tidak panas. Apabila anak telah sampai di rumah sakit, tindakan yang biasa dilakukan adalah pemeriksaan fisik, bisa tes darah, tes urin atau rontgen untuk memeriksa apakah ada infeksi atau tidak. Apabila dokter mulai curiga ada gejala meningitis pada anak anda biasanya akan dilakukan pemeriksaan spinal tap.

Luka Sayat atau luka sobek

Apabila si kecil menderita luka sayat atau luka sobek, cobalah tekan luka tersebut selama kurang lebih 5 menit, namun apabila darah terus mengucur, dan luka terlihat dalam serta menganga, anda perlu membawanya ke UGD. Mungkin diperlukan suntikan tetanus. Luka baik itu gigitan binatang ataupun benda tajam, keduanya patut kita waspadai.

Pertolongan pertama:
Jangan menggosok luka karena debu justru akan masuk, guyurkan air pada luka untuk menghilangkan kotoran dan debu. Kemudian tutup luka dengan kain lembut, tekan selama beberapa menit untuk menghentikan darah. Selanjutnya anda bisa melilitkan perban yang bersih ataupun kain kasa.
Pertolongan saat dirumah sakit
Biasanya penanganan untuk luka sayat yang menganga, dokter akan memberikan anastesi lokal, kemudian dibersihkan dan diberi antiseptik. Setelah itu luka akan dijahit untuk kemudian ditutup dengan perban.

Sakit perut, muntah dan diare
Perut bagian bawah terasa sakit, muntah berwarna kehijau-hijauan, susah buang air kecil, dehidrasi(mata cekung dan bibir pecah-pecah). Ada darah saat mengeluarkan air besar atau kencing. Hal ini bisa saja keracunan suatu zat makanan tertentu, namun bisa juka merupaka gejala dari usus buntu.
Pertolongan pertama yang dapat diberika orang tua:
Tiap beberapa menit sekali berikan 1-2 sendok makan cairan oralit untuk mencegah dehidrasi. Apabila si buah hati menderita diare, jangan memberikan soda ataupun jus apel, karena penyakit justru akan parah.
Penanganan dirumah sakit
Biasanya dilakukan pemeriksaan seperti tes darah, tes susulan kemungkinan usus buntu. Infus juga akan digunakan, dan dokter akan memberi obat untuk muntah dan diare

Patah tulang atau retak tulang pada anak
Anda musti berhati-hari bila anak anda sering mengeluh sakit pada bagian tangan atau kaki, amatilah apabila ada bagian yang berwarna biru, bengkak, ataupun bengkok. Kemingkinan anak tidak menggunakan tangan yang sakit untuk mengangkat suatu benda.
penanganan pertama pada anak patah tulang
Posisikan bagian yang patah/retak lebih tinggi dari jantung si anak dan kompres menggunakan es batu. Jangan sesekali berusaha meluruskan bagian yang retak/bengkok karena ini bukan keahlian kita, dokterlah yang harus melakukan hal tesebut. Lindungi menggunakan karton yang dilekatkan pada selotip. Tips penting lain adalah, jangan memberikan anak makan atau minum karena mungkin dirumah sakit dia harus dibius total.
penanganan anak patah tulang di rumah sakit
Dokter akan melakuan pemeriksaan pada bagian yang sakit, tindakan yang biasa dilakukan adalah digips atau dibalut saja. Namun apabila luka anda anda cukup parah, biasanya akan dilakukan operasi.

Serangan asma pada anak
Tanda anak anda terserang asma adalah muka tampak pucat, sulit berbicara, batuk batuk atau nafasnya berbunyi, sulit bernafas dan berkeringat. Berilah dia inhaler, dan tunggu apabila lebih dari 10 menit kondisinya belum membaik, bawalah anak ke UGD.
Pertolongan pertama Serangan asma pada anak
Aturlah posisi si buah hati agak duduk tegak, motivasilah dia agar tetap tenang. Berilah minum air hangat untu mengeluarkan dahak-dahaknya. Ingat selalu untuk membawa inhaler ke rumah sakit.
Penanganan di rumah sakit:
biasanya pada anak yang terkena asma dokter akan melakukan tes darah, rontgen, memeriksa kerongkongan dan kadar oksigen pada anak, apabila diperlukan dokter akan memberikan obat dan infus. Namun bila anak anda menderita serangan asma yang cukup hebat maka ia harus diopname.

Setelah kami jelaskan panjang lebar mengenai sebab sebab anak harus dibawa ke UGD, berikut akan dijelaskan bagaimana cara menenangkan kondisi psikis anak apabila harus ke UGD

- Alihkan perhatian si buah hati
Saat anak anda diperiksa dokter, melihat alat suntik tentu anak anda akan gelisah,oleh karena itu kita harus mengalihkan perhariannya dengan  berbagai cara termasuk mengajak berbicara, mengajak menyanyi, memainkan jari-jemarinya atau membacakan buku-buku dongeng atau cerita. 

- Usahakan anak agar tidak memandang sesuatu yang mengerikan
Alihkan pandangan anak kita bila ada orang sakit yang lewat, misal korban kecelakaan / pasien pasca operasi, apabila si buah hati mempunyai benda kesayangan, boleh dibawa untuk mengalihkan perhatiannya

- Bersikap dan berkatalah dengan jujur
Misal tentang suntikan, katakan sejujurnya bahwa suntikan itu sangat cepat, dan rasanya seperti dicubit atau digigit semut dan tidaklah sakit. Dan selalu ada obat bius dalam setiap tindakan operasi, jadi tidak ada yang perlu ditakutkan. 

- Genggamlah tangan si buah hati
Genggamlah tangan si kecil sambil memberikan sugesti positif. Hal ini akan memperbaiki kondisi psikisnya. Katakan bahwa, semua yang ada dirumah sakit bertujuan untuk membantu adek agar lekas sembuh. Baik dokter, perawat, obat dan lainnya adalah bertujuan baik dan akan memberikan pelayanan yang terbaik. 

- Jagalah diri anda agar tetap tenang
Segawat apapun kondisi anak, orang tua haruslah tenang karena anak pasti akan terpengaruh dengan kondisi orang tuanya.Orang tua haruslah berusaha mencarikan solusi yang terbaik dan tidak perlu panik. Bayangkan apabila anak ada kondisi fisiknya sakit,  kondisi psikisnya mengalami tekanan/ gelisah, dan tidak kunjung mendapatkan solusi dari anda sebagai orang tua yang seharusnya melindunginya.
Fakta yang terjadi di Amerika serikat adalah pada tahun 2006 sekitar 20% anak disana pernah dirawat di UGD. 

- Carilah UGD yang paling ramah dengan anak-anak
Hal ini sangatlah penting. Tanyakan kepada dokter anda  rumah sakit mana yang dia rekomendasikan. Rumah sakit yang memiliki UGD khusus anak dan rumah sakit umum ibu dan anak adalah tempat yang cocok untuk kita kunjingi. Biasanya rumah sakit anak memiliki peralatan khusus dan tenaga medis yang berpengalaman dalam menangani anak baik kondisi fisiknya maupun kondisi mentalnya. Dan pastikan bahwa rumah sakit yang anda tuju merupakan rumah sakit rujukan asuransi eluarga anda. 


- Sabarlah menunggu ketika di UGD
Kadangkala orangtua tidak sabar dalam mengantri anaknya agar segera dirawat. Di UGD berlaku ketentuan bahwa siapa yang lebih parah maka dia yang didahulukan, jadi bukannya siapa yang datang terlebih dahulu akan di dahulukan, ini sangatlah penting untuk pemahaman kita. Mungkin akan membutuhkan waktu >1 jam untuk menunggu, dan yakinkan semua prosedur rumah sakit sudah anda ikuti. Sehingga ana kita masuk daftar antrian yang benar.



Barang-barang yang wajib di bawa serta saat pergi ke UGD
- Mainan terutama yang tidak berbundi, selimut, baju ganti, popok, dan botol susu
- Charger handphone, agar HP selalu posisi ON
- Nomor telepon lengkap dokter anak, serta berkas berkas kesehatan anak termasuk rontgen, atau pemeriksaan labolatorium.
- Buku tentang imunisasi anak serta riwayat kesehatannya. Obat apa yang terakhir dia minum, dan penyakit apa yang selama ini diderita. Dokter biasanya akan menanyakan hal tersebut, dan anda harus tau semua itu.



2 komentar: